Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 199
(1-357)
Ketahuilah! Dalil bahwa alam batin bisa lebih merasa, lebih hidup, lebih indah, lebih mengetahui, lebih sempurna, dan lebih lembut daripada alam lahiriah, sementara kehidupan, perasaan, dan kesempurnaan yang terdapat pada alam lahiri hanya ciptaan dari alam batin adalah kondisi perutmu yang lebih teratur daripada rumahmu, kulitmu yang lebih terajut secara rapi daripada bajumu, ingatanmu yang terlukis secara lebih sempurna daripada bukumu. Dari sini engkau bisa menilai kondisi alam kerajaan, alam malakut, alam nyata, alam gaib, alam dunia dan akhirat. Sungguh malang jiwa manusia. Nafsu ammarah yang melihat dengan pandangan hawa nafsu melihat alam lahir justru lebih hidup, menyenangkan, dan terhampar ketimbang alam batin yang dianggap mati, dalam, gelap, dan menyeramkan.
Ketahuilah bahwa wajahmu berisi tanda-tanda pembeda sebanyak jumlah manusia di masa lalu dan masa mendatang. Bahkan andaikan jumlahnya tak terhingga tentu engkau akan menemukan perbedaan dengan setiap orang yang kau jumpai meski dalam sejumlah sisi sama. Seolah-olah kesatuan terwujud dari wajahmu pada banyak hal yang tak terhingga. Kesamaan pada organ-organ fundamental manusia dan hewan secara jelas menunjukkan bahwa Penciptanya satu dan esa. Sementara, perbedaan pada sejumlah hal secara teratur menunjukkan bahwa Sang Pencipta Maha Memilih dan Bijaksana.
Rahasia ini menjadi semakin jelas dengan melihat kepada setiap individu. Di antara sesuatu yang paling mustahil dan batil adalah bahwa perbedaan yang bijak, berbuah, dan bermanfaat itu terjadi tanpa ada tujuan, pilihan, dan kehendak, dan pengetahuan dari Tuhan.
Mahasuci Zat yang memasukkan dan menuliskan sesuatu yang tak terhingga ke dalam permukaan wajah di mana ia dapat dilihat oleh mata, namun tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. Ya. Ia bisa dibaca dengan penglihatan secara jelas, rinci, tetapi tidak dilihat dengan akal. Ia sesuatu yang diketahui secara jelas, tidak dijangkau oleh akal, dan dapat disaksikan. Karena itu, mustahil perbedaan yang tertata secara rapi pada manusia, serta kesamaan yang setara pada benda seperti gandum, anggur, lebah, semut, dan ikan terjadi secara kebetulan. Semua itu sangat salah. Namun, ia adalah kreasi Zat Yang Maha Mendengar, Melihat, Mengetahui, dan Bijaksana.
Apabila hal-hal semacam ini saja demikian diperhatikan dan tidak diabaikan, namun terlindungi dari proses kebetulan sehingga ia menjadi wilayah tujuan Zat Yang Mahabijak, pilihan Zat Yang Maha Mengetahui, serta kehendak Zat Yang Maha Mendengar dan Melihat, maka tidak ada tempat bagi proses kebetulan dalam kerajaan Allah. Hendaknya engkau pergi bersama saudaramu yang berupa alam materi, dan ayahmu yang berupa kemusyrikan, menuju neraka, ketiadaan dan kefanaan, bahkan ketidakmungkinan. Ayat yang berbunyi, “DI antara tanda kekuasaan-Nya, penciptaan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulit kalian,”[1] adalah petunjuk tentang tingkatan manifestasi hikmah yang pertama hingga yang terakhir.
---------------------------
[1] Q.S. ar-Rûm: 22.
Ketahuilah bahwa wajahmu berisi tanda-tanda pembeda sebanyak jumlah manusia di masa lalu dan masa mendatang. Bahkan andaikan jumlahnya tak terhingga tentu engkau akan menemukan perbedaan dengan setiap orang yang kau jumpai meski dalam sejumlah sisi sama. Seolah-olah kesatuan terwujud dari wajahmu pada banyak hal yang tak terhingga. Kesamaan pada organ-organ fundamental manusia dan hewan secara jelas menunjukkan bahwa Penciptanya satu dan esa. Sementara, perbedaan pada sejumlah hal secara teratur menunjukkan bahwa Sang Pencipta Maha Memilih dan Bijaksana.
Rahasia ini menjadi semakin jelas dengan melihat kepada setiap individu. Di antara sesuatu yang paling mustahil dan batil adalah bahwa perbedaan yang bijak, berbuah, dan bermanfaat itu terjadi tanpa ada tujuan, pilihan, dan kehendak, dan pengetahuan dari Tuhan.
Mahasuci Zat yang memasukkan dan menuliskan sesuatu yang tak terhingga ke dalam permukaan wajah di mana ia dapat dilihat oleh mata, namun tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. Ya. Ia bisa dibaca dengan penglihatan secara jelas, rinci, tetapi tidak dilihat dengan akal. Ia sesuatu yang diketahui secara jelas, tidak dijangkau oleh akal, dan dapat disaksikan. Karena itu, mustahil perbedaan yang tertata secara rapi pada manusia, serta kesamaan yang setara pada benda seperti gandum, anggur, lebah, semut, dan ikan terjadi secara kebetulan. Semua itu sangat salah. Namun, ia adalah kreasi Zat Yang Maha Mendengar, Melihat, Mengetahui, dan Bijaksana.
Apabila hal-hal semacam ini saja demikian diperhatikan dan tidak diabaikan, namun terlindungi dari proses kebetulan sehingga ia menjadi wilayah tujuan Zat Yang Mahabijak, pilihan Zat Yang Maha Mengetahui, serta kehendak Zat Yang Maha Mendengar dan Melihat, maka tidak ada tempat bagi proses kebetulan dalam kerajaan Allah. Hendaknya engkau pergi bersama saudaramu yang berupa alam materi, dan ayahmu yang berupa kemusyrikan, menuju neraka, ketiadaan dan kefanaan, bahkan ketidakmungkinan. Ayat yang berbunyi, “DI antara tanda kekuasaan-Nya, penciptaan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulit kalian,”[1] adalah petunjuk tentang tingkatan manifestasi hikmah yang pertama hingga yang terakhir.
---------------------------
[1] Q.S. ar-Rûm: 22.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence