Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 200
(1-357)
Ketahuilah! Di antara bisikan setan adalah perkataannya bahwa andaikan sapi merupakan milik dan lukisan Zat Yang Mahakuasa, Azali, dan Maha Mengetahui tentu ia tidak sehina itu. Sebab tentu di bawah kulitnya dan di dalam rumahnya ada pena Yang Mahakuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Berkehendak. Lalu, bagaimana mungkin di atas kulitnya dan di luar rumahnya ia demikian lemah, bodoh, merana, dan miskin?
Jawabannya, wahai setan manusia yang menjadi guru bagi setan jin!
Pertama, andaikan ia bukan ciptaan Zat Yang Mahakuasa dan Azali yang memberikan kepada semua, sesuatu yang layak dengannya sesuai dengan kadar kemaslahatannya, tentu keledaimu jauh lebih berakal dan lebih cerdas daripada dirimu dan daripada gurumu. Juga dalam jarimu misalnya terdapat daya rasa dan kemampuan yang jauh melebihi daya rasa dan kemampuan memilihmu. Maka, siapa yang memberikan batasan pada keduanya padahal perangkat tersebut demikian sederhana dan tersebar.
Kedua, takdir telah menggariskan sebuah kadar dan cetakan untuk memunculkan sebuah potensi yang dapat menerima anugerah sesuai dengan takarannya. Semua yang memancar dari dalam keluar sesuai dengan ukuran dan timbangannya, sesuai dengan kadar kebutuhan dan tingkatannya, sesuai dengan potensi dan kemampuannya, serta sesuai dengan timbangan tatanan kekuasaan nama-Nya. Bukan hanya sapi yang aspek luarnya masuk ke dalam yang lain. Maka, pada segala sesuatu, bagian dalam merupakan wujud mutlak, sementara bagian luar adalah wujud yang terikat. Siapa yang mengharap penyinaran dunia, tarikan planet, dan pusat berikut serta butir-butir bayangan mentari yang menunjukkan keagungan mentari, hendaknya engkau memisahkan diri dari akal.
Ya, butiran tersebut menggambarkan semua perangkat mentari namun ia tidak bisa digambarkan.
Ketahuilah! Engkau adalah kreasi yang terwujud lewat hikmah sehingga secara sangat jelas menunjukkan sifat-sifat Sang Pencipta. Engkau adalah wujud hikmah-Nya, manifestasi pengetahuan-Nya, bentukan kekuasaan-Nya yang mengetahui sesuatu yang sesuai dengan dirimu, buah rahmat-Nya yang mendengar segala kebutuhanmu, hasil perbuatan Zat yang Maha Berkehendak, saripati anugerah zat Yang Maha Mengetahui permintaanmu, gambaran ketentuan Zat yang menggariskan dan Maha Mengetahui sesuatu yang sesuai dengan bangunanmu. Karena itu, bagaimana mungkin engkau pergi membawa bagian kecil dari dirimu dengan melepaskan diri dari hukum-hukum keseluruhan sehingga merasa bebas merdeka. Lalu, engkau menganalogikan keseluruhan dengan satu bagian parsial?! Bagaimana mungkin engkau melupakan Pemilikmu yang memiliki segala sesuatu?! Bagaimana engkau mengira bahwa tidak ada Zat yang mengawasi, mendengar, melihat, mengetahui, menjawab, dan menolong dirimu yang mendengar rintihanmu, melihat kepapahanmu, dan mengetahui kesalahanmu?!
Jawabannya, wahai setan manusia yang menjadi guru bagi setan jin!
Pertama, andaikan ia bukan ciptaan Zat Yang Mahakuasa dan Azali yang memberikan kepada semua, sesuatu yang layak dengannya sesuai dengan kadar kemaslahatannya, tentu keledaimu jauh lebih berakal dan lebih cerdas daripada dirimu dan daripada gurumu. Juga dalam jarimu misalnya terdapat daya rasa dan kemampuan yang jauh melebihi daya rasa dan kemampuan memilihmu. Maka, siapa yang memberikan batasan pada keduanya padahal perangkat tersebut demikian sederhana dan tersebar.
Kedua, takdir telah menggariskan sebuah kadar dan cetakan untuk memunculkan sebuah potensi yang dapat menerima anugerah sesuai dengan takarannya. Semua yang memancar dari dalam keluar sesuai dengan ukuran dan timbangannya, sesuai dengan kadar kebutuhan dan tingkatannya, sesuai dengan potensi dan kemampuannya, serta sesuai dengan timbangan tatanan kekuasaan nama-Nya. Bukan hanya sapi yang aspek luarnya masuk ke dalam yang lain. Maka, pada segala sesuatu, bagian dalam merupakan wujud mutlak, sementara bagian luar adalah wujud yang terikat. Siapa yang mengharap penyinaran dunia, tarikan planet, dan pusat berikut serta butir-butir bayangan mentari yang menunjukkan keagungan mentari, hendaknya engkau memisahkan diri dari akal.
Ya, butiran tersebut menggambarkan semua perangkat mentari namun ia tidak bisa digambarkan.
Ketahuilah! Engkau adalah kreasi yang terwujud lewat hikmah sehingga secara sangat jelas menunjukkan sifat-sifat Sang Pencipta. Engkau adalah wujud hikmah-Nya, manifestasi pengetahuan-Nya, bentukan kekuasaan-Nya yang mengetahui sesuatu yang sesuai dengan dirimu, buah rahmat-Nya yang mendengar segala kebutuhanmu, hasil perbuatan Zat yang Maha Berkehendak, saripati anugerah zat Yang Maha Mengetahui permintaanmu, gambaran ketentuan Zat yang menggariskan dan Maha Mengetahui sesuatu yang sesuai dengan bangunanmu. Karena itu, bagaimana mungkin engkau pergi membawa bagian kecil dari dirimu dengan melepaskan diri dari hukum-hukum keseluruhan sehingga merasa bebas merdeka. Lalu, engkau menganalogikan keseluruhan dengan satu bagian parsial?! Bagaimana mungkin engkau melupakan Pemilikmu yang memiliki segala sesuatu?! Bagaimana engkau mengira bahwa tidak ada Zat yang mengawasi, mendengar, melihat, mengetahui, menjawab, dan menolong dirimu yang mendengar rintihanmu, melihat kepapahanmu, dan mengetahui kesalahanmu?!
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence