Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 233
(1-357)
Ketahuilah! Di antara yang membedakan manusia dari binatang adalah integralitas hubungannya dengan masa lalu dan masa depan, totalitas pengetahuannya terhadap jiwa dan cakrawala, serta penyingkapannya terhadap proses sebab-akibat lahiriah dalam menciptakan sesuatu yang bersifat lahiri. Tugas manusia yang paling besar dan paling penting, serta perangkatnya yang paling sempurna dan paling melekat adalah bertasbih dan bertahmid dengan perangkat yang tercipta untuk keduanya. Manusia bertasbih menyucikan Penciptanya dengan lisan masa lalu, sekarang, dan mendatang, serta dengan lisan jiwa dan cakrawala. Dengan penyaksiannya terhadap tasbih para makhluk dan kesaksiannya atasnya ia memuji Pencipta segala sesuatu dengan membaca nama-nama-Nya yang tertulis secara berurutan dan sistematis dalam hikmah penciptaan segala sesuatu.
Kata Subhanallâh mengandung makna kagum dan penghormatan, makna takjub dan penghargaan, makna membersihkan dan menyucikan, makna perasaan hormat disertai cinta, serta makna ketidaktahuan terhadap hakikat kebesaran-Nya.
Ketahuilah! Allah pemilik semua pemberian (atha), qadha, dan qadar. Dia melaksanakan pemberian dalam qadha-Nya dan qadha dalam qadar-Nya. Dengan kata lain, pemberian tersebut menembus hukum qadha sebagaimana kerasnya batu dan tanah tembus oleh akar yang lembut dan ketahanan besi rusak saat berada dalam genangan air yang halus. Hukum qadar juga rusak oleh panah qadha sebagaimana hukum keseluruhan yang merupakan qadar-Nya oleh hal-hal luar biasa yang bersifat khusus untuk menunjukkan bahwa Allah Zat Yang Maha Berbuat dan Memilih. Dia berbuat sesuatu dan menetapkan apa yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa menghalangi apa yang Dia beri dan menolak apa yang Dia tentukan.
Relasi pemberian dengan qadha-Nya sama seperti relasi qadha dengan qadar. Pemberian merupakan bentuk penyimpangan dari hukum qadha sebagaimana yang dikatakan oleh orang yang mengetahui hakikat satu persoalan, “Wahai Tuhan, kebaikanku berasal dari pemberian-Mu, sementara dosaku berasal dari qadha-Mu. Andaikan bukan karena pemberian-Mu, tentu aku termasuk orang yang binasa.” Dengan kata lain, kecenderungan nafsu ammarah merupakan hukum keburukan dan kehancuran.
Ketahuilah! Rahasia mengapa sejumlah ayat ditutup dengan ikhtisar yang berisi nama-nama-Nya seperti ayat dalam surat al-Mulk, atau dengan kandungan nama-Nya sebagaimana terdapat banyak ayat adalah:
Alquran dengan cara penjelasannya yang merupakan mukjizat menghamparkan jejak-jeka kekuasaan-Nya untuk menjadi objek pandangan. Lalu dari sana, ia memunculkan nama-nama-Nya. Misalnya ayat yang berbunyi,
Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian menghidupkannya kembali. Proses menghidupkan kembali adalah lebih mudah bagi-Nya. Bagi-Nyalah perumpamaan yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
Ia juga memperlihatkan kepada manusia untaian ciptaan-Nya lalu melipatnya dalam nama-nama-Nya.
Kata Subhanallâh mengandung makna kagum dan penghormatan, makna takjub dan penghargaan, makna membersihkan dan menyucikan, makna perasaan hormat disertai cinta, serta makna ketidaktahuan terhadap hakikat kebesaran-Nya.
Ketahuilah! Allah pemilik semua pemberian (atha), qadha, dan qadar. Dia melaksanakan pemberian dalam qadha-Nya dan qadha dalam qadar-Nya. Dengan kata lain, pemberian tersebut menembus hukum qadha sebagaimana kerasnya batu dan tanah tembus oleh akar yang lembut dan ketahanan besi rusak saat berada dalam genangan air yang halus. Hukum qadar juga rusak oleh panah qadha sebagaimana hukum keseluruhan yang merupakan qadar-Nya oleh hal-hal luar biasa yang bersifat khusus untuk menunjukkan bahwa Allah Zat Yang Maha Berbuat dan Memilih. Dia berbuat sesuatu dan menetapkan apa yang Dia kehendaki tanpa ada yang bisa menghalangi apa yang Dia beri dan menolak apa yang Dia tentukan.
Relasi pemberian dengan qadha-Nya sama seperti relasi qadha dengan qadar. Pemberian merupakan bentuk penyimpangan dari hukum qadha sebagaimana yang dikatakan oleh orang yang mengetahui hakikat satu persoalan, “Wahai Tuhan, kebaikanku berasal dari pemberian-Mu, sementara dosaku berasal dari qadha-Mu. Andaikan bukan karena pemberian-Mu, tentu aku termasuk orang yang binasa.” Dengan kata lain, kecenderungan nafsu ammarah merupakan hukum keburukan dan kehancuran.
Ketahuilah! Rahasia mengapa sejumlah ayat ditutup dengan ikhtisar yang berisi nama-nama-Nya seperti ayat dalam surat al-Mulk, atau dengan kandungan nama-Nya sebagaimana terdapat banyak ayat adalah:
Alquran dengan cara penjelasannya yang merupakan mukjizat menghamparkan jejak-jeka kekuasaan-Nya untuk menjadi objek pandangan. Lalu dari sana, ia memunculkan nama-nama-Nya. Misalnya ayat yang berbunyi,
Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian menghidupkannya kembali. Proses menghidupkan kembali adalah lebih mudah bagi-Nya. Bagi-Nyalah perumpamaan yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.
Ia juga memperlihatkan kepada manusia untaian ciptaan-Nya lalu melipatnya dalam nama-nama-Nya.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence