Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 258
(1-357)
Misalnya, adakah orang yang lebih bodoh daripada hamba yang diberi oleh majikannya dua puluh empat dinar. Lalu dari Burdur ia dikirim ke Antalya,[1] Syam, Madinah, dan Yaman. Ia diperintahkan untuk mempergunakan dinar tersebut untuk keperluan perjalanannya. Hanya saja, ke Antalya bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Andaikan ia tidak mengeluarkan apa-apa niscaya bisa sampai. Lalu, dari sana ia harus menuju ke tempat-tempat lain bisa dengan menaiki kapal laut, kereta, atau pesawat udara. Ia bisa menempuh perjalanan sejarak satu bulan dalam satu hari. Kalau tidak, ia pergi berjalan kaki dengan tersesat dan seorang diri. Namun, si pelancong yang bodoh itu telah membelanjakan dua puluh tiga dinar untuk perjalanan dua hari.
Karena itu ada yang menegur, “Jangan dikurangi lagi! Pergunakan yang satu dinar untuk bekal perjalanan panjang. Semoga Tuhan mengasihimu.”
Ia menjawab, “Aku tidak mau mempergunakan untuk satu hal yang mungkin tidak bermanfaat.”
“Engkau benar-benar bodoh. Di mana akalmu? Kau buang setengah hartamu untuk undian yang diikuti seribu orang dengan harapan memperoleh seribu dinar di mana kemungkinannya satu berbanding seribu. Mengapa engkau tidak berpikir untuk memberikan satu bagian dari dua puluh empat dinar ini untuk memenangkan abadi yang kemungkinannya sembilan puluh sembilan persen sesuai dengan kesaksian jutaan kalangan khawas. Keuntungan besar ini sebetulnya sudah cukup mendapat perhatian ketika diberitakan oleh satu orang awam. Apalagi kalau diberitakan oleh mentari manusia, bintang-gemintangnya yang mutawatir, serta kalangan yang menyaksikan di mana dua orang yang menetapkan dari mereka sudah bisa mengalahkan ribuan orang yang mengingkari sebagaimana dua orang yang menyaksikan hilal Ramadhan mengalahkan ribuan orang yang mengaku tidak melihatnya.
Hamba yang melakukan perjalanan tadi adalah dirimu. Sementara Burdur adalah duniamu. Antalya merupakan kubur, Syam adalah Barzakh, dan Yaman merupakan kehidupan sesudah mashyar. Selanjutnya uang senilai dua puluh dinar adalah dua puluh empat jam dalam sehari. Kau pergunakan dua puluh tiga jam untuk kepentingan dunia yang fana, lalu mengabaikan satu jam sisanya untuk melaksanakan salat lima waktu yang merupakan bekal wajib dalam perjalanan panjang.
Ini adalah perumpamaan untuk menjelaskan salah satu rahasia ayat Alquran:
Dan (di hari itu) sorga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. Sementara neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang- orang yang sesat.[2]
Ketahuilah wahai yang lalai dan meninggalkan agama dalam rangka mencari dunia. Aku akan mengetengahkan satu perumpamaan untukmu. Di dalamnya terdapat contoh bagian dari hakikat dunia dan agama.
-----------------------
[1] Nama kota yang terletak di Selatan Turki.
[2] Q.S. asy-Syu’arâ: 90-91.
Karena itu ada yang menegur, “Jangan dikurangi lagi! Pergunakan yang satu dinar untuk bekal perjalanan panjang. Semoga Tuhan mengasihimu.”
Ia menjawab, “Aku tidak mau mempergunakan untuk satu hal yang mungkin tidak bermanfaat.”
“Engkau benar-benar bodoh. Di mana akalmu? Kau buang setengah hartamu untuk undian yang diikuti seribu orang dengan harapan memperoleh seribu dinar di mana kemungkinannya satu berbanding seribu. Mengapa engkau tidak berpikir untuk memberikan satu bagian dari dua puluh empat dinar ini untuk memenangkan abadi yang kemungkinannya sembilan puluh sembilan persen sesuai dengan kesaksian jutaan kalangan khawas. Keuntungan besar ini sebetulnya sudah cukup mendapat perhatian ketika diberitakan oleh satu orang awam. Apalagi kalau diberitakan oleh mentari manusia, bintang-gemintangnya yang mutawatir, serta kalangan yang menyaksikan di mana dua orang yang menetapkan dari mereka sudah bisa mengalahkan ribuan orang yang mengingkari sebagaimana dua orang yang menyaksikan hilal Ramadhan mengalahkan ribuan orang yang mengaku tidak melihatnya.
Hamba yang melakukan perjalanan tadi adalah dirimu. Sementara Burdur adalah duniamu. Antalya merupakan kubur, Syam adalah Barzakh, dan Yaman merupakan kehidupan sesudah mashyar. Selanjutnya uang senilai dua puluh dinar adalah dua puluh empat jam dalam sehari. Kau pergunakan dua puluh tiga jam untuk kepentingan dunia yang fana, lalu mengabaikan satu jam sisanya untuk melaksanakan salat lima waktu yang merupakan bekal wajib dalam perjalanan panjang.
Ini adalah perumpamaan untuk menjelaskan salah satu rahasia ayat Alquran:
Dan (di hari itu) sorga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. Sementara neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang- orang yang sesat.[2]
Ketahuilah wahai yang lalai dan meninggalkan agama dalam rangka mencari dunia. Aku akan mengetengahkan satu perumpamaan untukmu. Di dalamnya terdapat contoh bagian dari hakikat dunia dan agama.
-----------------------
[1] Nama kota yang terletak di Selatan Turki.
[2] Q.S. asy-Syu’arâ: 90-91.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence