Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 260
(1-357)
Pasalnya dengan prasangka baiknya dan dengan pemahamannya terhadap semua persoalan menakjubkan tersebut ia mengerti kalau ada misteri di dalamnya yang diatur oleh Penguasa Yang Maha Melihatnya di mana Dia sedang mengujinya. Maka dari rasa takut tadi muncul (pengetahuan tentang Zat yang sedang memperkenalkan diri kepadaku dan membimbingku kepada satu hal yang berasal dari sisi-Nya). Lahirlah rasa cinta kepada Pemilik misteri tadi. Ia melihat ke atas pohon. Ternyata ia merupakan pohon tin yang menghasilkan berbagai macam buah. Maka, rasa takutnya menjadi hilang. Ia yakin semuanya berada dalam satu kendali. Sebab, tidak mungkin pohon tin tersebut menghasilkan buah pohon yang lain. Itu merupakan isyarat dan petunjuk tentang aneka makanan yang disediakan oleh sang penguasa yang pemurah untuk tamunya. Dari rasa cintanya kepada Sang Penguasa, ada keinginan untuk mengetahui kunci misteri tadi seraya menerima semuanya. Maka, kunci itupun diberikan. Maka ia menyeru, “Kuserahkan semuanya untuk-Mu. Aku bersandar kepada-Mu.” Seketika dinding yang ada terbelah. Lalu sebuah pintu menuju taman yang indah terbuka. Singa dan ular tadi tiba-tiba berubah menjadi dua pelayan yang mengajaknya untuk masuk.
Perhatikan perbedaan kondisi dua saudara di atas. Yang pertama menunggu saat masuk ke dalam mulut ular, sementara yang kedua diajak masuk ke dalam pintu taman yang bercahaya, indah, dan berbuah. Yang pertama berada dalam ketakutan dan kecemasan yang mengguncang kalbunya, sementara yang kedua berada dalam rasa cemas yang membuahkan cinta, kemuliaan, dan pengetahuan. Yang pertama berada dalam kesendirian, keputusasaan, dan kesepian, sementara yang kedua berada dalam kegembiraan, harapan, dan kerinduan. Yang pertama menjadi objek sasaran musuh liar, sementara yang kedua merasa senang dengan para pelayan yang memberikan jamuan. Yang pertama siksanya berupa memakan buah lezat yang diijinkan untuk dicicipi guna ditukar dengan tiruannya bukan untuk dimakan. Pasalnya sebagiannya berisi racun. Sementara yang kedua menunda memakannya dan merasa nikmat dengan penantian tersebut.
Apabila engkau telah memahami detil-detil dari perumpamaan di atas, ketahuilah sisi penerapannya sebagai berikut: kedua saudara itu adalah jiwa orang mukmin dan kafir, kalbu orang saleh dan orang fasik. Adapun kedua jalan tersebut adalah jalan Alquran dan iman serta jalan kemaksiatan dan kelaliman. Padangnya adalah dunia. Sementara singanya adalah kematian. Sumur merujuk kepada tubuh dan kehidupan. Usia yang paling pertengahan adalah enam puluh. Pohon yang dimaksud adalah usia. Kemudian tikus putih dan hitam tadi adalah siang dan malam. Ular merupakan alam barzakh yang mulutnya berupa kuburan. Serangga berbahaya adalah musibah dan bencana.
No Voice