Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 263
(1-357)
Karena itu, kerjakan tugasmu dan serahkan tugas Tuhan kepada-Nya agar engkau bahagia dan merasa lapang. Jika tidak, berarti engkau membangkang, celaka, berkhianat, dan tersesat. Engkau seperti pasukan yang memiliki tugas asli berupa pengajaran khusus, perang, dan jihad. Raja dalam hal ini membantunya dengan cara menghadirkan segala kebutuhannya. Di sisi lain Sang Raja mempunyai tugas khusus yaitu memberikan rezeki kepada pasukan tadi berikut pakaian bahkan obatnya. Kadangkala pasukan tadi dipergunakan sebagai sarana menjalankan tugas tadi, namun atas nama negara.
Dari sini, apabila engkau berkata kepada pasukan yang memasak makanannya, “Apa yang kau lakukan?” Ia akan menjawab, “Saya bekerja dengan sukarela untuk negara.” Ia tidak berkata, “Aku bekerja untuk diriku.” Hal itu lantaran ia sadar bahwa pekerjaan tadi bukan merupakan tugasnya. Namun, negaralah yang bertugas bahkan dalam memasukkan makanan ke mulutnya jika tidak mampu lantaran sakit misalnya. Pasukan yang sibuk berdagang untuk mendapat rezeki adalah bodoh, malang, hina, dan perlu dididik. Pasukan yang meninggalkan pengajaran dan jihad telah berkhaiant, membangkang, perlu dipukul dan dihukum keras.
Karena itu, wahai Said yang malang, engkau adalah pasukan di atas. Shalatmu adalah pengajaran tersebut. Sikap takwamu dengan meninggalkan dosa besar serta perjuanganmu mengendalikan nafsu dan setan merupakan perangmu. Ini merupakan tujuan fitrahmu. Namun, Allahlah yang memberikan taufik dan bantuan. Adapun rezekimu, kelangsungan hidupmu, serta harta dan anak yang terkait denganmu merupakan tugas Tuhan. Hanya saja, Dia mempergunakan dirimu sebagai sarana mengetuk pintu perbendaharaan rahmat-Nya dengan cara meminta dalam bentuk perbuatan, keadaan, dan ucapan. Kadangkala Ia mempergunakanmu untuk pergi meniti jalan yang bisa mengantarmu menuju dapur karunia-Nya. Maka dengan lisan rasa butuh, perbuatan, keadaan, atau ucapan engkau meminta apa yang telah ditentukan dan ditetapkan untukmu. Betapa bodoh jika terkait dengan rezekimu engkau tidak mempercayai Zat yang memberikan rezeki terbaik untukmu. Engkau anak kecil yang tak memiliki pilihan dan kekuatan. Dia yang memberikan rezeki kepada setiap binatang melata. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Mahakuasa, dan Mahakaya yang telah menjadikan bumi di musim panas sebagai dapur yang karunia-Nya. Dia curahkan karunia-Nya di berbagai taman, dan Dia penuhi cawan pepohonan dengan berbagai makanan yang nikmat. Karena itu, bekerjalah untuk-Nya dan dengan ijin-Nya pada sesuatu yang Dia mempekerjakanmu di dalamnya setelah engkau memenuhi tugas aslimu. Jika kedua tugas tersebut berbenturan, engkau harus mengerjakan tugasmu dan bertawakkallah kepada Allah. Ucapkan, “Cukuplah Allah bagiku dan Dia Sebaik-baik tempat bersandar. Dia Sebaik-baik Pelindung dan Penolong.”
No Voice