Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 264
(1-357)
Bismillâhirrahmânirrahim

Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku, maka Aku ini dekat. Aku menjawab doa orang yang berdoa ketika ia berdoa kepada-Ku.[1]

Berdoalah kepada-Ku nicaya Kukabulkan.[2]

Katakanlah (kepada orang-orang musyrik), “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andai saja bukan karena doamu (ibadah darimu).”[3]

Ketahuilah[4] wahai yang mengaku bahwa telah berdoa namun tidak dikabulkan. Doa adalah ibadah. Buah ibadah adalah di akhirat. Adapun tujuan duniawinya berupa waktu-waktu doa tersebut yang merupakan ibadah khusus.

Saat terbenam mentari adalah waktu shalat maghrib. Saat gerhana bulan dan matahari merupakan waktu salat gerhana; bukan tujuan dari keduanya. Lalu saat terputusnya hujan merupakan waktu salat istisqa; bukan shalat itu dididirikan agar hujan turun. Namun ia merupakan ibadah yang dilakukan karena Allah yang terus dilakukan selama belum turun. Jika hujan sudah turun waktu pelaksanaannya selesai.

Nah, demikian pula saat kaum zalim berkuasa dan berbagai bencana turun. Itu adalah saat untuk doa-doa tertentu yang terus berlangsung selama kezaliman tadi ada. Jika telah diangkat maka ia merupakan cahaya di atas cahaya. Jika belum diangkat tidak boleh ada anggapan bahwa doa tidak dikabulkan. Namun waktu doa belum selesai.

Adapun janji pengabulan dalam ayat yang berbunyi, “Berdoalah kepada-Ku niscaya Kukabulkan,” pengabulan di sini bukan pengabulan doa itu sendiri. Namun, jawabannya bersifat abadi. Pemenuhan kebutuhan bergantung kepada hikmah Zat yang mengabulkan.

Misalnya engkau berkata berkata doktermu, “Wahai tuan!” “Ya,” jawabnya. “Berikan padaku makanan dan obat ini.” Maka, bisa jadi ia memberikan apa yang kau minta atau lebih baik darinya. Namun, bisa jadi pula ia menolaknya lantaran satu hal penting terkait dengan sakitmu. Di antara sebab tidak terkabulnya doa adalah anggapan bahwa doa dimaksudkan untuk tujuan-tujuan duniawi. Misalnya salat istisqa disangka dihadirkan untuk menurunkan hujan sehingga dikerjakan dengan tidak ikhlas dan akhirnya tidak diterima.
----------------------------------
[1] Q.S. al-Baqarah: 186.
[2] Q.S. Ghâfir: 60.
[3] Q.S. al-Furqân: 77.
[4] Pelajaran kedelapan dari “Pengantar Menuju Cahaya”. Ia dijelaskan dalam kalimat kedua puluh delapan.
No Voice