Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 265
(1-357)
Ketahuilah! Dengan proses peralihan dan pergantian, lembah maknawi antara dua sisi menjadi terlihat. Karenanya harus ada satu jembatan yang membentang yang menghubungankan antara dua alam agar bisa dilewati baik tanpa alas maupun dengan alas dari alam ini menuju alam itu. Hanya saja, jembatan tersebut memiliki bentuk yang berbeda, substansi yang beragam, nama yang beraneka macam, dengan melihat kepada jenis peralihan dan jauhnya tujuan. Tidur adalah jembatan antara alam sadar dan bawah sadar. Barzakh adalah jembatan antara dunia dan akhirat. Alam bawah sadar adalah jembatan antara alam fisik dan alam spiritual. Musim semi jembatan antara musim dingin dan panas. Adapun ketika manusia dibangkitkan dikumpulkan, ia tidak hanya satu. Tetapi terjadi begitu banyak peralihan. Jembatannya lebih menakjubkan dan lebih aneh.
Ketahuilah! Alquran sering menyebutkan tentang tempat kembali. Misalnya:
Kepada-Nya tempat kembali kalian.[1]
Kepada-Nya kalian dikembalikan.[2]
Kepada-Nya kalian kembali.[3]
Kepada-Nya tempat kembali.[4]
Semua itu berisi kabar gembira dan pelipur lara meski bagi pelaku maksiat merupakan ancaman. Pasalnya, ayat-ayat di atas menegaskan bahwa kematian, kepergian, kefanaan, dan perpisahan dari dunia bukan merupakan pintu bagi ketiadaan dan jatuh ke dalam gelapnya fana. Namun, ia merupakan pintu untuk mendatangi Penguasa azali dan abadi. Petunjuk ini menyelamatkan kalbu dari kepedihan akibat persepsi bahwa ia akan tercerai berai dengan semua orang yang dicinta di hadapan ketiadaan tak terhingga. Maka, perhatikanlah dahsyatnya jahannam maknawi yang menyatu dalam kekufuran. Dengan rahasia bahwa “Aku menurut prasangka hamba-Ku pada-Ku,” orang kafir mengira demikian. Maka, Tuhan membuat sangkaan tadi sebagai siksa abadi baginya. Kemudian perhatikan tingkatan nikmatnya yakin berjumpa dengan Allah hingga menuju sorga. Lalu disertai dengan kedudukan ridha, tingkatan melihat-Nya, sehingga neraka fisik bagi mukmin yang bermaksiat laksana sorga, jika diukur dengan neraka maknawi milik orang kafir yang tak mengenal Penciptanya. Andaikan tidak ada dalil tentang keabadian dan sarananya yang jumlahnya tak terhingga kecuali hanya munajat kekasih Tuhan azali di mana dalam salat agung tersebut para nabi dan wali berbaris di belakangnya untuk mengamini doa dan munajatnya, tentu hal itu sudah cukup untuk menjadi sarana dan dalil.
-------------------------------------
[1] Q.S. al-An’âm: 60.
[2] Q.S. al-Baqarah: 28.
[3] Q.S. al-Maidah: 18.
[4] Q.S. ar-Ra’ad: 36.
Ketahuilah! Alquran sering menyebutkan tentang tempat kembali. Misalnya:
Kepada-Nya tempat kembali kalian.[1]
Kepada-Nya kalian dikembalikan.[2]
Kepada-Nya kalian kembali.[3]
Kepada-Nya tempat kembali.[4]
Semua itu berisi kabar gembira dan pelipur lara meski bagi pelaku maksiat merupakan ancaman. Pasalnya, ayat-ayat di atas menegaskan bahwa kematian, kepergian, kefanaan, dan perpisahan dari dunia bukan merupakan pintu bagi ketiadaan dan jatuh ke dalam gelapnya fana. Namun, ia merupakan pintu untuk mendatangi Penguasa azali dan abadi. Petunjuk ini menyelamatkan kalbu dari kepedihan akibat persepsi bahwa ia akan tercerai berai dengan semua orang yang dicinta di hadapan ketiadaan tak terhingga. Maka, perhatikanlah dahsyatnya jahannam maknawi yang menyatu dalam kekufuran. Dengan rahasia bahwa “Aku menurut prasangka hamba-Ku pada-Ku,” orang kafir mengira demikian. Maka, Tuhan membuat sangkaan tadi sebagai siksa abadi baginya. Kemudian perhatikan tingkatan nikmatnya yakin berjumpa dengan Allah hingga menuju sorga. Lalu disertai dengan kedudukan ridha, tingkatan melihat-Nya, sehingga neraka fisik bagi mukmin yang bermaksiat laksana sorga, jika diukur dengan neraka maknawi milik orang kafir yang tak mengenal Penciptanya. Andaikan tidak ada dalil tentang keabadian dan sarananya yang jumlahnya tak terhingga kecuali hanya munajat kekasih Tuhan azali di mana dalam salat agung tersebut para nabi dan wali berbaris di belakangnya untuk mengamini doa dan munajatnya, tentu hal itu sudah cukup untuk menjadi sarana dan dalil.
-------------------------------------
[1] Q.S. al-An’âm: 60.
[2] Q.S. al-Baqarah: 28.
[3] Q.S. al-Maidah: 18.
[4] Q.S. ar-Ra’ad: 36.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence