Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 281
(1-357)
Jangan kau zalimi wujudmu dengan mengaku sebagai pemiliknya dan jangan kau cederai haknya dengan memutusnya dari Allah di mana hal itu akan menjatuhkan nilainya. Kalau itu terjadi, maka engkau menjadi tidak bernilai. Pasalnya, nilai jutaan tahun dan ribuan jembatan wujud yang terputus dan gelap ini tidak bisa menyamai nilai partikel yang mengalir menuju wujud yang menampakkan dan menyucikan. Bukankah Tuhan tidak pernah mengambilmu begitu saja dari bahan-bahan yang ada, menjumputmu dari tumpukan alam, atau memungutmu dari lautan wujud secara sembarangan?! Adakah di pasar alam ini toko tempat membeli mata atau simpanan berisi otak dan lisan, atau mesin untuk membuat kalbu dan merajut kulit?! Tidak ada. Namun, Tuhan yang menumbuhkanmu serta menciptamu dalam bentuk yang indah dan komprehensif. Dia menciptamu dari sesuatu atau segala sesuatu agar tidak ada sesuatupun meski makhluk terbesar yang ingin menciptakan sesuatu meski makhlul terkecil. Juga agar makhluk yang tidak mampu menciptakan langit tidak mengaku menciptakan lalat misalnya. Yang tidak mampu menciptakan segala sesuatu, tidak mampu pula menciptakan bagian tertentu dari segala sesuatu.
Ketahuilah! Materi tempat Pencipta Yang Mahir berbuat sehingga Dia memperlihatkan kreasi menakjubkan kadangkala nilai materi tersebut tidak sampai seperseratus nilai “kreasi”. Misalnya kaca sebagai bahan untuk membuat cermin Iskandariyah. Kadangkala pula nilai materi dan kreasinya sama. Misalnya kue enak yang dibuat oleh koki hebat. Atau kadangkala pula nilai materinya lebih tinggi daripada kreasi yang ada. Masing-masing materi berikut kreasi yang terdapat di dalamnya memiliki tujuan dan buah berbeda-beda.
Adapun ciptaan Sang Pencipta azali sebagian besarnya, bahkan seluruhnya bersumber dari jenis pertama. Sehingga seolah-olah ciptaan merupakan kreasi konkret; terutama makhluk hidup, apalagi yang kecil di mana materi lenyap ditelan oleh halusnya kreasi yang ada. Bisa jadi sesuatu yang satu menjadi tujuan bagi keduanya. Namun hal itu terwujud lewat dua sisi seperti rezeki.
Dari sisi materi dan kehidupan ia merupakan asupan yang bersifat sementara untuk memelihara kehidupan.
Namun, dari sisi kreasi yang memperlihatkan jejak manifestasi Sang Pencipta, rezeki adalah perbendaharaan yang menakjubkan dan halus serta simpanan yang memikat dan bersih. Pasalnya dalam rezeki terdapat sensitivitas untuk bisa merasakan semua nikmat serta saat mengecap berbagai bagian manifestasi nama Zat Yang Maha Memberi rezeki dan Maha Pemurah. Engkau bisa melihat lisanmu yang merupakan salah satu dari ribuan perangkat untuk mengecap rezeki fisik dan maknawi. Perhatikan bagaimana benda kecil ini berisi sejumlah alat pengecap sebanyak rasa bahan yang dikecap. Jika si pemilik lisan tersebut sadar, tentu ia akan bersyukur lewat lisan yang sangat cermat dalam organnya terkait dengan karunia Zat yang membuatnya bisa mengecap berbagai nikmat yang lezat berkat rahmat-Nya.
Ketahuilah! Materi tempat Pencipta Yang Mahir berbuat sehingga Dia memperlihatkan kreasi menakjubkan kadangkala nilai materi tersebut tidak sampai seperseratus nilai “kreasi”. Misalnya kaca sebagai bahan untuk membuat cermin Iskandariyah. Kadangkala pula nilai materi dan kreasinya sama. Misalnya kue enak yang dibuat oleh koki hebat. Atau kadangkala pula nilai materinya lebih tinggi daripada kreasi yang ada. Masing-masing materi berikut kreasi yang terdapat di dalamnya memiliki tujuan dan buah berbeda-beda.
Adapun ciptaan Sang Pencipta azali sebagian besarnya, bahkan seluruhnya bersumber dari jenis pertama. Sehingga seolah-olah ciptaan merupakan kreasi konkret; terutama makhluk hidup, apalagi yang kecil di mana materi lenyap ditelan oleh halusnya kreasi yang ada. Bisa jadi sesuatu yang satu menjadi tujuan bagi keduanya. Namun hal itu terwujud lewat dua sisi seperti rezeki.
Dari sisi materi dan kehidupan ia merupakan asupan yang bersifat sementara untuk memelihara kehidupan.
Namun, dari sisi kreasi yang memperlihatkan jejak manifestasi Sang Pencipta, rezeki adalah perbendaharaan yang menakjubkan dan halus serta simpanan yang memikat dan bersih. Pasalnya dalam rezeki terdapat sensitivitas untuk bisa merasakan semua nikmat serta saat mengecap berbagai bagian manifestasi nama Zat Yang Maha Memberi rezeki dan Maha Pemurah. Engkau bisa melihat lisanmu yang merupakan salah satu dari ribuan perangkat untuk mengecap rezeki fisik dan maknawi. Perhatikan bagaimana benda kecil ini berisi sejumlah alat pengecap sebanyak rasa bahan yang dikecap. Jika si pemilik lisan tersebut sadar, tentu ia akan bersyukur lewat lisan yang sangat cermat dalam organnya terkait dengan karunia Zat yang membuatnya bisa mengecap berbagai nikmat yang lezat berkat rahmat-Nya.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence