Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 282
(1-357)
Ya, di antara bentuk syukur nikmat, bahkan ia lebih lezat dari nikmat itu sendiri adalah kesadaran akan adanya pemberian nikmat dan perhatian Tuhan Sang Pemberi nikmat.
Ketahuilah! Tidak ada satupun ciptaan kecuali tertata secara rapi. Tidak ada satupun makhluk kecuali telah terukur. Allah menciptakannya dalam kondisi sehat dan terang. Dia menumbuhkannya secara jelas. Pengaturan, pengukuran, dan keseimbangan yang tampak di dalam berbagai entitas dunia berikut yang terdapat di landasan rumah yang fana ini menunjukkan keagungan hisab di mahsyar nanti berikut realitas wujudnya, serta keagungan neraca di hari kiamat berikut ketetapannya. Pasalnya, apa yang terlihat di sini tidak lain merupakan benih, pilar, dasar, kabar gembira, bukti, dan petunjuk mengenai apa yang akan terdapat di akhirat nanti.
Seluruh yang kita saksikan di alam ini tidak lain adalah ciptaan dan jejak kreasi-Nya yang sangat jelas yang nyaris bisa bertutur kata. Anggapan bahwa makhluk menciptakan sesuatu betul-betul sangat lemah; mustahil merupakan pencipta sebenarnya. Pasalnya, untuk menciptakan segala sesuatu dan memunculkannya; terutama tumbuhan dan hewan diperlukan berbagai perangkat, aneka perlengkapan, serta timbangan yang cermat laksana neraca yang dipergunakan dalam meramu obat dan ramuan. Sementara, ciptaan tidak memiliki itu semua. Karena itu, ia tidak bisa menciptakan apa-apa. Di samping itu, semua yang dibutuhkan oleh ciptaan untuk tetap eksis dan bertahan hidup tidak lain merupakan kilau dan manifestasi cahaya qudrat yang bersumber dari perbendaharaan-Nya antara kâf dan nûn.
Hanya saja, di antara nama-nama Allah ada yang menerima keberadaan perantara lahiriah. Nama tersebut terwujud dari balik hijab. Misalnya Yang Yang Maha Berbicara, Maha Memberi rezeki, Maha Memberi anugerah, dan sejenisnya. Sementara, sebagiannya lagi tidak menerima keberadaan perantara meski bersifat lahiriah. Misalnya Yang Maha Mencipta, Yang Maha menghadirkan, Yang Maha Menghidupkan, dan seterusnya. Hal ini seperti raja dan pasukan. Terkait dengan pemberian rezeki, senjata, dan pakaiannya tidak ada perantara. Namun, untuk menggerakkannya, mengajarkannya, dan menugaskannya dibutuhkan perantara, namun tetap dengan ijin raja. Hanya saja, perantara di sini ada karena lemahnya raja dari kalangan manusia. Adapun di sana, keberadaan perantara justri lantara kemuliaan dan keagungan Penguasa azali.
Ketahuilah!aku melihat di pucuk pohon kecil yang tumbuh di padang pasir terdapat dua macam buah. Karenanya aku terperanjat dan bingung. Yang satu memang merupakan buahnya yang dalam bahasa Kurdi disebut kazwan, sementara yang satunya lagi sejenis tumbuhan yang sebesar jari, lebih kecil atau lebih besar, di mana ia berbentuk lengkung dan berongga seperti rumah yang dipersiapkan untuk para musafir.
Aku mengambil satu kuntum dari buah yang kedua itu. Ketika dibuka ia langsung terbang di udara seperti partikel-partikel kecil. Ia tampak berbaris seperti semut dan lalat. Sebelum maghrib ia menari dalam cahaya yang terang dengan gaya yang menarik. Jangan dikira mereka sedang bermain-main. Namun, mereka sedang berzikir kepada Tuhan Yang Maha penyayang yang mengenggam mereka di udara. Benda ini, di samping tidak cocok dan serasi dengan pohon tadi karena berbeda jenis, namun ia berupa sangkar layaknya rahim yang halus dan kuat. İa berisi sejumlah rezeki yang bersih dan nikmat.
Ketahuilah! Tidak ada satupun ciptaan kecuali tertata secara rapi. Tidak ada satupun makhluk kecuali telah terukur. Allah menciptakannya dalam kondisi sehat dan terang. Dia menumbuhkannya secara jelas. Pengaturan, pengukuran, dan keseimbangan yang tampak di dalam berbagai entitas dunia berikut yang terdapat di landasan rumah yang fana ini menunjukkan keagungan hisab di mahsyar nanti berikut realitas wujudnya, serta keagungan neraca di hari kiamat berikut ketetapannya. Pasalnya, apa yang terlihat di sini tidak lain merupakan benih, pilar, dasar, kabar gembira, bukti, dan petunjuk mengenai apa yang akan terdapat di akhirat nanti.
Seluruh yang kita saksikan di alam ini tidak lain adalah ciptaan dan jejak kreasi-Nya yang sangat jelas yang nyaris bisa bertutur kata. Anggapan bahwa makhluk menciptakan sesuatu betul-betul sangat lemah; mustahil merupakan pencipta sebenarnya. Pasalnya, untuk menciptakan segala sesuatu dan memunculkannya; terutama tumbuhan dan hewan diperlukan berbagai perangkat, aneka perlengkapan, serta timbangan yang cermat laksana neraca yang dipergunakan dalam meramu obat dan ramuan. Sementara, ciptaan tidak memiliki itu semua. Karena itu, ia tidak bisa menciptakan apa-apa. Di samping itu, semua yang dibutuhkan oleh ciptaan untuk tetap eksis dan bertahan hidup tidak lain merupakan kilau dan manifestasi cahaya qudrat yang bersumber dari perbendaharaan-Nya antara kâf dan nûn.
Hanya saja, di antara nama-nama Allah ada yang menerima keberadaan perantara lahiriah. Nama tersebut terwujud dari balik hijab. Misalnya Yang Yang Maha Berbicara, Maha Memberi rezeki, Maha Memberi anugerah, dan sejenisnya. Sementara, sebagiannya lagi tidak menerima keberadaan perantara meski bersifat lahiriah. Misalnya Yang Maha Mencipta, Yang Maha menghadirkan, Yang Maha Menghidupkan, dan seterusnya. Hal ini seperti raja dan pasukan. Terkait dengan pemberian rezeki, senjata, dan pakaiannya tidak ada perantara. Namun, untuk menggerakkannya, mengajarkannya, dan menugaskannya dibutuhkan perantara, namun tetap dengan ijin raja. Hanya saja, perantara di sini ada karena lemahnya raja dari kalangan manusia. Adapun di sana, keberadaan perantara justri lantara kemuliaan dan keagungan Penguasa azali.
Ketahuilah!aku melihat di pucuk pohon kecil yang tumbuh di padang pasir terdapat dua macam buah. Karenanya aku terperanjat dan bingung. Yang satu memang merupakan buahnya yang dalam bahasa Kurdi disebut kazwan, sementara yang satunya lagi sejenis tumbuhan yang sebesar jari, lebih kecil atau lebih besar, di mana ia berbentuk lengkung dan berongga seperti rumah yang dipersiapkan untuk para musafir.
Aku mengambil satu kuntum dari buah yang kedua itu. Ketika dibuka ia langsung terbang di udara seperti partikel-partikel kecil. Ia tampak berbaris seperti semut dan lalat. Sebelum maghrib ia menari dalam cahaya yang terang dengan gaya yang menarik. Jangan dikira mereka sedang bermain-main. Namun, mereka sedang berzikir kepada Tuhan Yang Maha penyayang yang mengenggam mereka di udara. Benda ini, di samping tidak cocok dan serasi dengan pohon tadi karena berbeda jenis, namun ia berupa sangkar layaknya rahim yang halus dan kuat. İa berisi sejumlah rezeki yang bersih dan nikmat.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence