Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 283
(1-357)
Kondisi ini menegaskan bahwa interaksi tersebut bersumber dari satu perhatian dan pengaturan di luar perhatian benda mati dan binatang. Ketika keduanya tidak bisa melakukan penataan yang penuh hikmah tersebut, berarti ia dilakukan oleh pihak luar yang maha mengetahui. Tentu saja yang menanganinya sejak pertama haruslah pihak yang menjangkau semua bagian dari kedua jenis tadi di seluruh pelosok bumi. Demikian pula yang terkait dengan keduanya. Ini semua hanya terdapat pada Zat Yang Maha Mengetahui sekaligus Mahakuasa atas segala sesuatu.
Aku bertanya kepadamu wahai yang membenarkan adanya pengaturan makhluk pada kerajaan Allah serta yang menerima proses kebetulan dalam sejumlah ciptaan Allah. Bagaimana pohon tadi mendengar, memahami, atau mengetahui lisan lalat yang bertelur di atas rantingnya di mana ia membiarkan telur tersebut berada di dalam pemeliharaannya sehingga pohon itu dengan penuh kasih mempergunakan sangkar yang aman laksana rahim ibu. Lalu pohon itu mengambil dari simpanan Tuhan rezeki yang mencukupi, yang nikmat, dan mulia untuk disimpan di sangkar tadi di jalan Allah guna diberikan kepada mahluk yang bukan merupakan anaknya. Namun bagi para musafir yang merupakan titipan Allah. Kerjasama antara ciptaan itu tentu merupakan tanda kekuasaan yang menunjukkan bahwa keduanya, bahkan seluruhnya, bahkan seluruh yang terdapat di alam merupakan pelayan dari satu majikan, di bawah penataan satu pemelihara, dan dalam pemeliharaan Zat Yang Mahaesa. Kami beriman.
Ketahuilah! Engkau bisa melihat kutu yang berzikir kepada Penciptanya di udara lewat lisan kondisi, perkembangan, dan ukirannya yang teratur, serta fisiknya yang seimbang yang tertulis laksana untaian kata termaktub. Ia mengingat Allah dan memberikan pemahaman akan zikirnya kepadamu, meski ia sendiri tidak memahaminya. Seolah-olah setiap burung memiliki kata yang terucap dengan lisannya seperti yang diucapkan oleh zatnya. Demikian pula engkau bisa melihat serangga bertasbih kepada Penciptanya lewat lisan ukirannya dan hiasannya yang tertulis dengan pena takdir. Ia bertasbih dengan ucapannya yang hanya menjadi miliknya. Semua ini memberikan empat pelajaran:
Pertama, tenangnya jiwa lantaran engkau berada dalam tempat penjagaan yang kokoh dan benteng yang aman yang semua sisinya dikelilingi oleh tunas-tunas yang baru lahir dan anak-anak yang dibesarkan oleh kasih sayang Zat Yang Maha Mengetahui, diatur oleh pemeliharaan Zat yang Maha Bijaksana, dihiasi oleh perhatian Zat Yang Maha Pemurah, serta dianugerahi oleh rahmat Zat Yang Maha Penyayang. Jadi, engkau selalu berada di bawah pandangan Zat Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang.
Kedua, pandangan tersebut menjadikanmu benar-benar merasa bahwa engkau tidak sia-sia. Engkau juga tidak diserahkan kepada dirimu yang tak mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhanmu yang tak terhingga yang paling sederhana sehingga kamu menjadi tercela, menyesal, dan merana akibat ketidakberdayaanmu dan kebutuhanmu yang tak terbatas.
Ketahuilah! Engkau bisa melihat kutu yang berzikir kepada Penciptanya di udara lewat lisan kondisi, perkembangan, dan ukirannya yang teratur, serta fisiknya yang seimbang yang tertulis laksana untaian kata termaktub. Ia mengingat Allah dan memberikan pemahaman akan zikirnya kepadamu, meski ia sendiri tidak memahaminya. Seolah-olah setiap burung memiliki kata yang terucap dengan lisannya seperti yang diucapkan oleh zatnya. Demikian pula engkau bisa melihat serangga bertasbih kepada Penciptanya lewat lisan ukirannya dan hiasannya yang tertulis dengan pena takdir. Ia bertasbih dengan ucapannya yang hanya menjadi miliknya. Semua ini memberikan empat pelajaran:
Pertama, tenangnya jiwa lantaran engkau berada dalam tempat penjagaan yang kokoh dan benteng yang aman yang semua sisinya dikelilingi oleh tunas-tunas yang baru lahir dan anak-anak yang dibesarkan oleh kasih sayang Zat Yang Maha Mengetahui, diatur oleh pemeliharaan Zat yang Maha Bijaksana, dihiasi oleh perhatian Zat Yang Maha Pemurah, serta dianugerahi oleh rahmat Zat Yang Maha Penyayang. Jadi, engkau selalu berada di bawah pandangan Zat Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang.
Kedua, pandangan tersebut menjadikanmu benar-benar merasa bahwa engkau tidak sia-sia. Engkau juga tidak diserahkan kepada dirimu yang tak mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhanmu yang tak terhingga yang paling sederhana sehingga kamu menjadi tercela, menyesal, dan merana akibat ketidakberdayaanmu dan kebutuhanmu yang tak terbatas.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence