Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 286
(1-357)
Kalbu adalah cermin keesaan-Nya. Hanya saja ia memiliki perasaan untuk bisa merasakan sesuatu yang ada padanya; berbeda dengan cermin yang lain. Hal ini seperti yang ditegaskan oleh al-Imam ar-Rabbani rh. Dengan karakter tersebut kalbu siap untuk menerima kebahagiaan yang tak terkira.
Barangkai engkau berkata, “Apa rahasia keterkaitan antara aktivitas luar biasa yang terdapat makhluk hidup dengan kondisi tenang yang ada di sekitarnya seolah tak terjadi apa-apa serta dengan tidak adanya pengaruh dari aktivitas menakjubkan tersebut lewat balutannya yang paling tipis menuju keluar meski hanya kecil?”
Jawabannya sebagaimana yang diterangkan kepadaku dalam kalbu. Yakni andaikan aktivitas tersebut terwujud karena sebab-sebab yang bersifat mungkin dan dari sesuatu yang paling mulia, tentu pada setiap hewan terdapat pelaku mandiri yang memiliki pengetahuan komprehensif. Juga tentu pada setiap buah terdapat pencipta yang memiliki kemampuan mutlak dan sempurna di mana tidak sulit baginya untuk menciptakan bumi berikut isinya. Dalam kondisi demikian, percikan, cipratan, dan ketersebaran merupakan sesuatu yang sangat penting. Namun, kondisi tenang dan aman yang tampak di alam, kestabilan dan kondisi diam yang terlihat di luar alam manusia, ketundukan, kedamaian, dan keselamatan di alam ini pada setiap waktu, semuanya terjadi karena kreasi yang seimbang dan celupan yang tertata ini merupakan kreasi dan celupan Zat yang,
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya cukup berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia.[1]
Tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya. Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.[2]
Perbandingan antara perbuatan yang kau lakukan dengan kekuatanmu dan perbuatan yang terwujud lewat imajinasi yang paling cepat sebagaimana perbandingan antara perbuatan yang terwujud lewat imajinasi dengan perbuatan qudrat Sang Pencipta; bahkan lebih dari itu.
Ketahuilah wahai Said yang malang dan tertipu. Di antara ribuan kebutuhanmu yang kembali kepadamu hanya satu atau kurang dari itu. Sementara, sisanya diserahkan kepada Tuhan yang telah menciptakanmu pertama-tama seperti adonan. Kemudian Dia membuka bentukmu dalam air dengan kreasinya yang lembut guna menjadi cermin bagi nama-nama-Nya. Dia mengeluarkan pendengaran dan penglihatanmu dengan rahmat-Nya agar engkau bisa mendengar kebenaran dan memperhatikan makhluk sehingga mengenal Sang Pencipta, Dia menggantungkan di goa wajahmu lewat perhatian-Nya sebuah lisan untuk berzikir mengingat-Nya. Lalu Dia memasukkan ke dalam akalmu akal untuk mengenal-Nya. Dia tanamkan dalam dadamu sejumlah taman agar engkau mencintai-Nya. Dia memperlakukanmu secara halus dalam gelapnya rongga serta mengaturmu dengan rububiyah-Nya seperti yang Dia kehendaki. Dia pasang dalam wujudmu dengan hikmah-Nya sejumlah indera yang beragam dan organ berikut semua bagiannya. Semua itu agar engkau bisa merasakan seluruh jenis buah nikmat-Nya serta agar bisa menangkap manifestasi nama-nama-Nya.
-----------------------
[1] Q.S. Yasin: 82.
[2] Q.S. al-Hijr: 21.
Barangkai engkau berkata, “Apa rahasia keterkaitan antara aktivitas luar biasa yang terdapat makhluk hidup dengan kondisi tenang yang ada di sekitarnya seolah tak terjadi apa-apa serta dengan tidak adanya pengaruh dari aktivitas menakjubkan tersebut lewat balutannya yang paling tipis menuju keluar meski hanya kecil?”
Jawabannya sebagaimana yang diterangkan kepadaku dalam kalbu. Yakni andaikan aktivitas tersebut terwujud karena sebab-sebab yang bersifat mungkin dan dari sesuatu yang paling mulia, tentu pada setiap hewan terdapat pelaku mandiri yang memiliki pengetahuan komprehensif. Juga tentu pada setiap buah terdapat pencipta yang memiliki kemampuan mutlak dan sempurna di mana tidak sulit baginya untuk menciptakan bumi berikut isinya. Dalam kondisi demikian, percikan, cipratan, dan ketersebaran merupakan sesuatu yang sangat penting. Namun, kondisi tenang dan aman yang tampak di alam, kestabilan dan kondisi diam yang terlihat di luar alam manusia, ketundukan, kedamaian, dan keselamatan di alam ini pada setiap waktu, semuanya terjadi karena kreasi yang seimbang dan celupan yang tertata ini merupakan kreasi dan celupan Zat yang,
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya cukup berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka terjadilah ia.[1]
Tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya. Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.[2]
Perbandingan antara perbuatan yang kau lakukan dengan kekuatanmu dan perbuatan yang terwujud lewat imajinasi yang paling cepat sebagaimana perbandingan antara perbuatan yang terwujud lewat imajinasi dengan perbuatan qudrat Sang Pencipta; bahkan lebih dari itu.
Ketahuilah wahai Said yang malang dan tertipu. Di antara ribuan kebutuhanmu yang kembali kepadamu hanya satu atau kurang dari itu. Sementara, sisanya diserahkan kepada Tuhan yang telah menciptakanmu pertama-tama seperti adonan. Kemudian Dia membuka bentukmu dalam air dengan kreasinya yang lembut guna menjadi cermin bagi nama-nama-Nya. Dia mengeluarkan pendengaran dan penglihatanmu dengan rahmat-Nya agar engkau bisa mendengar kebenaran dan memperhatikan makhluk sehingga mengenal Sang Pencipta, Dia menggantungkan di goa wajahmu lewat perhatian-Nya sebuah lisan untuk berzikir mengingat-Nya. Lalu Dia memasukkan ke dalam akalmu akal untuk mengenal-Nya. Dia tanamkan dalam dadamu sejumlah taman agar engkau mencintai-Nya. Dia memperlakukanmu secara halus dalam gelapnya rongga serta mengaturmu dengan rububiyah-Nya seperti yang Dia kehendaki. Dia pasang dalam wujudmu dengan hikmah-Nya sejumlah indera yang beragam dan organ berikut semua bagiannya. Semua itu agar engkau bisa merasakan seluruh jenis buah nikmat-Nya serta agar bisa menangkap manifestasi nama-nama-Nya.
-----------------------
[1] Q.S. Yasin: 82.
[2] Q.S. al-Hijr: 21.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence