Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 287
(1-357)
Wahai yang lalai dan tertipu! Sampai kapan engkau menyudutkan-Nya! Padahal Dia telah berbuat baik sedemikian rupa padamu. Engkau bergantung kepada kemampuan parsialmu. Pada saat demikian, Dia biarkan engkau pada dirimu lantaran pilhan kelirumu sehingga engkau menjadi zalim terhadap diri sendiri dengan memikulkan padanya sesuatu yang tak mampu ia pikul. Mengapa engkau tidak mau bertawakkal kepada Zat yang menggenggam ubun-ubunmu?! Seluruh kebutuhanmu kembali kepada-Nya sehingga engkau menyerahkan semua kepada-Nya. Dengan bertawakkal kepada-Nya kau campakkan dirimu dalam perahu-Nya yang berjalan di antara badai berbagai urusan sehingga engkau berkata, “Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Akhirnya engkau berlabuh dalam kebaikan Islam dan beristirahat di pantai keselamatan. Bukankah mentari kehidupan hampir terbenam. Bulan kehidupan juga telah tertutupi oleh masa tua dan serta diselimuti oleh putihnya masa renta. Tidak ada manfaat pada selain Allah Swt. Di samping itu, jika Dia tidak mengijinkan maka pasti akan menimbulkan bahaya besar. Sesuatu yang tanpa ijin-Nya pasti akan menghasilkan bahaya dan permusuhan. Namun apabila dengan-Nya pasti akan mencukupi. Tindakan meninggalkan sesuatu harus karena dua hal:
Pertama, karena keberadaannya yang berbahaya.
Kedua, karena tujuan dari segala tujuan menjadi tidak tercapai.
Ya, tanpa Dia penderitaan lebih dominan dibandingkan dengan kenikmatan pada setiap kenikmatan. Bahkan, kenikmatan tanpa-Nya merupakan derita tersembunyi. “Karena itu, berlarilah kepada Allah!” Dari segala sesuatu yang fana terdapat sesuatu yang kekal di sisi-Nya. Yang lenyap di sini dan tidak abadi tanpa-Nya akan abadi di sana. Sementara waktu yang ada sangat sempit. Bukankah engkau melihat bahwa dirimu berada dalam kondisi sakarat. Pasalnya, kesempurnaan usiamu berupa mabuk dalam sakarat dan berjalan dalam sejumlah kesalahan. Karena itu, angkat kepalamu dari dunia agar bisa melihat nikmat abadi, kasih sayang yang kekal, dan cinta azali yang ada di sisi Tuhan.
Ketahuilah wahai yang sedang berpikir dan merenung, jika pengetahuanmu sampai kepada sesuatu atau melihat sisi ketidakterhinggaan pada sesuatu, maka bertasbihlah memuji Allah lantaran dekatnya dirimu dengan kebenaran. Pasalnya, ketidaktahuan dan ketakterhinggaan merupakan dua petunjuk dan alamat yang tegak di atas pilar-pilar kekuasaan rububiyah-Nya yang mutlak.
Ketahuilah wahai yang sedang berilusi! Jika engkau dihadapkan pada berbagai ilusi, lihatlah ke sisi kanan untuk melihat wilayah kekuasaan penciptaan yang serupa dari mulai wilayah galaksi dan orbit planet yang terus berantai hingga wilayah individu dan orbit partikel; dari penciptaan langit hingga penciptaan buah; dari pemunculan bumi hingga penghadiran rayap pemakan pohon dalam bentuk mirip dan serupa. Semua itu menunjukkan kesatuan pena dan tanda. Sementara engkau berdiri di tengah alam seraya mengemban amanah dan tugas khilafah.
No Voice