Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | Al-Matsnawi al-Arabi an-Nuriye | 290
(1-357)
Ketahuilah! Jika engkau terus memperhatikan, engkau akan memahami bahwa kemustahilan makhluk dalam mencipta sampai pada tingkatan yang tak terkira jika diukur dengan kadar yang terlihat pada ciptaan yang bernisbat kepada kekuasaan tak terhingga.
Ketahuilah! Doa terbagi tiga macam:
Pertama, doa manusia lewat lisan dan ucapannya. Begitu pula dengan hewan yang berteriak dengan lisan khususnya dalam meminta kebutuhan yang dirasakan.
Kedua, doa lewat lisan kebutuhan. Misalnya doa seluruh tumbuhan dan pohon; terutama di musim semi. Demikian pula dengan yang terdapat pada semua hewan ketika membutuhkan keperluan daruratnya yang tidak disadari.
Ketiga, doa lewat lisan kecenderungan alamiah. Misalnya doa semua yang bisa tumbuh, berkembang, berubah, dan sempurna. Sebagaimana, “segala sesuatu bertasbih memuji-Nya,”[1] demikian pula segala sesuatu berdoa dan bersyukur kepada-Nya lewat zat dan kondisinya seperti doa yang dipanjatkan dengan lisannya.
Ketahuilah, benih sebelum menjadi pohon, sperma sebelum menjadi manusia, telur sebelum menjadi burung, dan biji sebelum menjadi bulir, berada dalam pengaturan ilmu yang sempurna dan pemeliharaan. Ia tidak lain adalah ilmu Zat Yang Maha Mengetahui hal gaib yang membentuk di rahim apa yang Dia kehendaki. Mengetahui hal gaib maksudnya adalah yang tersembunyi di masa lalu, masa depan, dan sekarang. Seolah-olah masing-masing benih, sperma, telur, dan biji merupakan kartu salinan dari kitabul mubin yang bersumber dari kitab kekuasaan-Nya. Atau ia merupakan daftar isi yang dikeluarkan dari kitab induk yang berasal dari kitab pengetahuan azali. Atau merupakan rambu-rambu yang muncul dari induk kitab yang berasal dari kitab ketentuan azali; terutama dari pintu neraca dan keteraturan. Atau, ia merupakan ikhtisar perintah yang tercermin, terpusat, dan tercampur yang turun dari rububiyah Zat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ketahuilah! Penglihatan orang beriman kepada ciptaan bersifat simbolik. Ia melihatnya untuk menunjukkan substansi yang terdapat di luar itu. Adapun penglihatan orang kafir kepadanya bersifat hakiki guna menunjukkan substansi yang terdapat padanya.
Pada setiap ciptaan terdapat dua sisi: sisi yang mengarah kepada zat dan sifatnya sendiri, serta sisi yang mengarah kepada Penciptanya dan kepada nama-nama Pencipta yang terwujud padanya.
Sisi kedua jelas mempunyai wilayah yang lebih luas dan aset yang lebih sempurna. Pasalnya, sebagaimana setiap huruf dari sebuah buku menunjuk kepada dirinya senilai satu huruf dan lewat satu sisi, ia menunjukkan penulisnya lewat banyak sisi serta memperkenalkan kepada yang melihatnya senilai banyak kata. Demikian pula dengan setiap ciptaan yang merupakan huruf kitab qudrat-Nya. Ia menunjukkan keberadaan dan dirinya seukuran bentuknya dan lewat satu sisi; yakni wujud lahiriahnya. Namun, ia menunjukkan Pelukisanya yang azali lewat beragam sisi serta memperlihatkan nama-nama-Nya yang terwujud pada ciptaan tersebut seukuran kumpulan syair yang panjang.
------------------------
[1] Q.S. al-Isrâ: 44.
Ketahuilah! Doa terbagi tiga macam:
Pertama, doa manusia lewat lisan dan ucapannya. Begitu pula dengan hewan yang berteriak dengan lisan khususnya dalam meminta kebutuhan yang dirasakan.
Kedua, doa lewat lisan kebutuhan. Misalnya doa seluruh tumbuhan dan pohon; terutama di musim semi. Demikian pula dengan yang terdapat pada semua hewan ketika membutuhkan keperluan daruratnya yang tidak disadari.
Ketiga, doa lewat lisan kecenderungan alamiah. Misalnya doa semua yang bisa tumbuh, berkembang, berubah, dan sempurna. Sebagaimana, “segala sesuatu bertasbih memuji-Nya,”[1] demikian pula segala sesuatu berdoa dan bersyukur kepada-Nya lewat zat dan kondisinya seperti doa yang dipanjatkan dengan lisannya.
Ketahuilah, benih sebelum menjadi pohon, sperma sebelum menjadi manusia, telur sebelum menjadi burung, dan biji sebelum menjadi bulir, berada dalam pengaturan ilmu yang sempurna dan pemeliharaan. Ia tidak lain adalah ilmu Zat Yang Maha Mengetahui hal gaib yang membentuk di rahim apa yang Dia kehendaki. Mengetahui hal gaib maksudnya adalah yang tersembunyi di masa lalu, masa depan, dan sekarang. Seolah-olah masing-masing benih, sperma, telur, dan biji merupakan kartu salinan dari kitabul mubin yang bersumber dari kitab kekuasaan-Nya. Atau ia merupakan daftar isi yang dikeluarkan dari kitab induk yang berasal dari kitab pengetahuan azali. Atau merupakan rambu-rambu yang muncul dari induk kitab yang berasal dari kitab ketentuan azali; terutama dari pintu neraca dan keteraturan. Atau, ia merupakan ikhtisar perintah yang tercermin, terpusat, dan tercampur yang turun dari rububiyah Zat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ketahuilah! Penglihatan orang beriman kepada ciptaan bersifat simbolik. Ia melihatnya untuk menunjukkan substansi yang terdapat di luar itu. Adapun penglihatan orang kafir kepadanya bersifat hakiki guna menunjukkan substansi yang terdapat padanya.
Pada setiap ciptaan terdapat dua sisi: sisi yang mengarah kepada zat dan sifatnya sendiri, serta sisi yang mengarah kepada Penciptanya dan kepada nama-nama Pencipta yang terwujud padanya.
Sisi kedua jelas mempunyai wilayah yang lebih luas dan aset yang lebih sempurna. Pasalnya, sebagaimana setiap huruf dari sebuah buku menunjuk kepada dirinya senilai satu huruf dan lewat satu sisi, ia menunjukkan penulisnya lewat banyak sisi serta memperkenalkan kepada yang melihatnya senilai banyak kata. Demikian pula dengan setiap ciptaan yang merupakan huruf kitab qudrat-Nya. Ia menunjukkan keberadaan dan dirinya seukuran bentuknya dan lewat satu sisi; yakni wujud lahiriahnya. Namun, ia menunjukkan Pelukisanya yang azali lewat beragam sisi serta memperlihatkan nama-nama-Nya yang terwujud pada ciptaan tersebut seukuran kumpulan syair yang panjang.
------------------------
[1] Q.S. al-Isrâ: 44.
No Voice
Türkçe
English
العربية
Pyccĸий
français
Deutsch
Español
italiano
中文
日本語
Қазақ
Кыргыз
o'zbek
azərbaycan
Türkmence